The King of the Dragonfly yang Familiar

BEBERAPA kali,  antara tanggal 4 April s.d. 20 Juli 2009, saya mencoba melakukan pengamatan di beberapa lokasi, khususnya di beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Pengamatan saya lakukan mulai pukul 09.00 s.d. pukul 16.00 wita, dengan pertimbangan cahaya matahari sangat menentukan hasil pengambilan gambar. Pada kesempatan ini, obyek pengamatan saya khususkan pada species capung dengan performa “besar, loreng dan agresif”, dalam arti lincah dan ceria. Ukurannya sekitar 4 – 5 cm.

Capung Odonata Sulawesi 3A

Capung Odonata Sulawesi 3B

Capung Odonata Sulawesi 3C

Capung Odonata Sulawesi 3D

Dari sekitar 900 – 1.000 species lebih capung yang ada di Indonesia, species loreng ini dianggap sebagai yang species yang paling luas wilayah sebarannya, dan secara etnozoologis paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Di Sulawesi Selatan, khususnya dalam tradisi masyarakat Bugis, species ini dikenal dengan nama juru-juru lambatong. Ketika kecil, ketika seorang anak sangat sering pipis padahal sudah berusia 7-8 tahun, maka orangtuanya harus menangkap seekor lambatong dan menggigitkannya ke pusar si anak, agar tidak lagi selalu kepipisan. Di kampung-kampung, ketika malam tiba, capung loreng ini yang paling sering terjebak oleh lelampuan, dan masuk ke dalam rumah-rumah penduduk.

Capung Odonata Sulawesi 3F

Capung Odonata Sulawesi 3G

Capung Odonata Sulawesi 3H

Capung Odonata Sulawesi 3I

Capung Odonata Sulawesi 3J

Dapat dikatakan, species ini merupakan “raja” dari semua jenis capung, baik karena kemampuannya berkembang biak, maupun karena kemampuannya menghuni hampir semua habitat.  Bahkan species ini, karena kemampuan wilayah jelajahnya sangat luas, maka dapat ditemukan di setiap saat pada habitat-habitat yang memang memungkinkan untuk capung. Setiap lokasi, di mana terdapat genangan air dan juga terdapat capung dari species lain, hampir dapat dipastikan capung loreng ini juga hadir di sana.

Capung Odonata Sulawesi 3K

Capung Odonata Sulawesi 3L

Capung Odonata Sulawesi 3M

Capung Odonata Sulawesi 3N

Capung Odonata Sulawesi 3O

Capung Odonata Sulawesi 3P

Dari pengamatan di lapangan, ditemukan bahwa species ini memiliki kemampuan berkembang biak yang tinggi, dan tampaknya tidak ada species lain yang dapat menjadi kompetitor yang berarti. Pada penelitian kini-kini (larva), untuk sebuah areal genangan dengan luas 25 m2, ternyata ditemukan bahwa larva capung loreng ini adalah 5 : 2 dengan species lain. Artinya, terdapat 5 larva capung loreng dan hanya 2 larva dari species lain.

Capung Odonata Sulawesi 3Q

Capung Odonata Sulawesi 3R

Capung Odonata Sulawesi 3S

Capung Odonata Sulawesi 3T

Salah satu kelebihan species ini ialah karena tampilannya yang memang sangat akomodatif dengan lingkungannya, semak-belukar dan pinggiran hutan. Dengan warna hijau bergaris-garis, loreng-loreng yang khas, species ini memiliki tingkat kemampuan mimikris yang baik sekali, terutama untuk mengecoh para predator, karena warnanya yang mirip dengan warna dedaunan semak-belukar. Selain itu, dilihat dari struktur semu rantai makanan dalam sebuah areal, yang berlaku untuk capung, tampaknya si loreng ini memiliki kemampuan predasi yang baik, mendominasi species lain, dalam arti menguasai areal untuk kepentingan feeding dan breeding.

Capung Odonata Sulawesi 3U

Selain species ini cukup familiar dengan kehidupan masyarakat, maka dalam kenyataan di lapangan untuk kepentingan pengamatan, termasuk pengambilan gambar, species ini juga sangat mudah didekati dan diamati. Lincah bergerak, tetapi tidak bergerak jauh ketika didekati, biasanya hanya terbang sepintas dan kembali lagi bertengger ke tempat semula. Si loreng ini juga dapat terbang cukup tinggi, sampai 20 m, dan kemudian menyambar turun dengan pesat. Sangat senang berkelahi, dengan sesamanya atau dengan species lain. Dalam pengamatan, si loreng ini merupakan pemangsa yang paling aktif terhadap sesama capung.

Capung Odonata Sulawesi 3V

Capung Odonata Sulawesi 3W

Antara jantan dan betina, tidak terdapat perbedaan yang tegas dalam tampilan, keduanya serupa. Betina juga sama aktifnya dengan yang jantan, bergabung dan perkawinan dapat terjadi setiap saat. Karena itu, peristiwa ketika mereka kawin cukup sering ditemukan di pengamatan lapangan.

Dalam persoalan kebiasaan, terutama interaksinya dengan lingkungan, species capung loreng ini kelihatannya dapat menempati semua niche, pada dahan dan ranting, dedaunan, rumputan, tumpukan batu, dan bahkan dapat ditemukan hinggap di lumpur kering dan tanah berpasir.

Memang menarik si loreng ini, ketika kita mencoba berada di sebuah keheningan, di tepi rawa atau sungai, desiran sayap mereka seperti sebuah “welcome flight”,  yang menyambut kita, sebelum species lain menampilkan dirinya. Mereka ada di mana-mana, sebab mereka memang the king of the dragonfly yang familiar.

The Familiar, King of the Dragonfly

SEVERAL times, between April 4 to July 20, 2009, I tried to make observations at several locations, particularly in some areas in South Sulawesi. My observations do start at 09.00 to 16.00 a.m. with consideration of sunlight is crucial shots. On this occasion, the object of my observations on the species of dragonfly specialize in performing “a big, striped and aggressive”, in the sense of lively and cheerful. Size its about 4 to 5 cm.

From about 900 to 1000 more species of dragonflies in Indonesia, this striped species are considered the most widespread species spreading area, and etnozoologist closest to people’s lives. In South Sulawesi, especially in Buginese tradition, this species is known as an juru-juru lambatong. As a child, when a child is very often pee after they were 7-8 years old, the parents must catch a lambatong and bites to the child’s navel, so that is no longer always pee-pees. In the villages, when night falls, striped dragonfly is most often caught by lights, and into people’s homes.

It could be argued, this species is the “king” of all kinds of dragonflies, both because of its ability to breed, and because of its ability to inhabit almost every habitat. In fact this species, because the ability of very large cruising area, it can be found at any time in habitats that are possible to dragonflies. Each location, where there is a puddle of water and there are also other species of dragonflies, almost certainly striped dragonfly is also present there.

From the observations in the field, found that these species have the ability to highly breed, and apparently no other species that could become significant competitors. In the present kini-kini (larvae), to a large area with a pool of 25 m², it was found that these striped dragonfly larvae are 5:2 with other species. That is, there are 5 larvae of the striped dragonflies and only 2 larvae from other species.

One of the advantages of this species is that appearance is very accommodating with the environment, the shrubs and forest edge. With the green-striped, striped characteristic, this species has very best ability mimics, especially to deceive predators, because the color is similar to the color of leaves. In addition, the views of the structure of pseudo-food chain in an area, which applies to the dragonfly, the striped seem to have a good ability to predation, to dominate other species, in terms of acreage for control of feeding and breeding purposes.

Besides this species very familiar with the life of human society, then in reality on the ground for observation purposes, including taking pictures, this species is also very approachable and observable. Agile moves, but did not move away when approached, usually only cursory and flew back to the original perch. The striped can also fly high, up to 20 meters, and then grabbed down rapidly. They very best fighters, with each other or other species. In observations, the striped dragonfly is the most active predators of other dragonflies.

Between males and females, there is no clear difference in appearance, both similar. Both males and females are equally active to join and the marriage can occur at any time. Therefore, the moments when they were married often found in field observations.

Observing their habits, especially the interaction with the environment, this striped dragonfly seems to occupy every niche, on the branches and twigs, leaves, grass, rock piles, and can even be found perched on the mud dry and sandy soil.

This striped dragonfly figure is interesting, when we try to be in a silence, on the edge of the marsh or river, the rustle of their wings like a “welcome flight”, which we welcome, before the other species present himself. They’re everywhere, because they are the king of the dragonfly, they are familiar. (ais)

Photos by Ais, 2009, Canon PowerShot S3 IS


About this entry