Si Jarum Kuning di Kehijauan Rerumputan

WARNA capung ini sangat kontras dengan warna rerumputan rawa yang dijadikan hunian, tetapi jika tidak dicermati dengan baik-baik, tampaknya akan tetap tidak terlihat mengingat ukurannya yang sangat kecil, hanya sekitar 3 cm, kurus seperti jarum. Memang species ini tergabung dalam kelompok capung jarum, damselfly, subordo Zygoptera.

Capung Odonata 5A

Capung Odonata 5B

Capung Odonata 5C

Capung Odonata 5D

Capung Odonata 5E

Capung ini termasuk species yang cukup aktif, sibuk dan senang bercengkerama dengan sesamanya. Selain itu, species ini termasuk kelompok yang “tahan” terhadap penyinaran matahari penuh, dari pagi sampai sore. Sebab dari hasil pengamatan, sebenarnya jauh lebih banyak species dari kelompok capung jarum ini yang lebih menyukai lokasi-lokasi yang bernaung (cahaya sekitar 70% atau kurang).

Capung Odonata 5F

Capung Odonata 5G

Capung Odonata 5H

Capung Odonata 5I

Pengamatan terhadap si jarum kuning ini dilakukan di Parepare pada 10 Mei 2009, dan di Pinrang pada 21 Juni 2009. Dari dua lokasi ini, hanya ditemukan 9 individu, di antaranya ditemukan hanya 2 individu betina. Hal ini menunjukkan bahwa si jarum kuning ini termasuk species yang “kurang mampu bersaing”, karena capung jarum dari species lain di lokasi yang sama ternyata jumlahnya cukup melimpah.

Capung Odonata 5J

Capung Odonata 5K

Capung Odonata 5L

Capung Odonata 5M

Species ini merupakan elemen alam yang mengagumkan, terbang dengan jarak-jarak pendek, zigzag, lalu bertengger lagi untuk beberapa saat. Salah satu kebiasaan terbangnya yang menarik, seperti sebuah rangkaian courtship, ialah gaya terbang yang maju-mundur di tempat yang sama. Terutama ketika berhadapan dengan betina, atau ketika ingin fight, sehingga terkesan seperti sebuah rayuan atau malah sebuah provokasi.

Capung Odonata 5N

Capung Odonata 5O

Merenungi apa yang tampak di depan mata, seperti capung jarum kuning yang berpenampilan elegan ini, kita jadi berpikir, bagaimana sebenarnya sebuah hasil penciptaan Tuhan dapat diberi arti secara filosofis. Terlepas dari keterikatan dan fungsi species ini di dalam sebuah ekosistem, mereka adalah perlambang dari sebuah eksistensi. Dan, ini yang penting, eksistensi mereka itu ada karena mereka adalah sebuah subtan, tanpa campur tangan kita. Jadi, pada akhirnya nanti, si yellow needle ini, mampukah bertahan sebagai sebuah kemurnian, bertahan dari ketercemaran dan kerusakan karena keinginan manusia untuk memberinya arti.

The Yellow Needles

The dragonfly color is very contrast with the color of the marsh-grass that used to live, but if not careful with the fine, will likely remain unseen because they had very small size, only about 3 cm, thin as a needle. Indeed this species classified in the needle dragonfly group, damselfly, in suborder Zygoptera.

These dragonflies are overactive, busy and happy to mingle with each other. In addition, these species include groups that “bear” against the sun shines, from morning till evening. Based on the observations, in fact, there is more species of dragonflies in damselfly groups who preferred shaded locations (light about 70% or less).

Observations time of the yellow needles dragonfly was conducted in Parepare on May 10, 2009, and in Pinrang on June 21, 2009. From these two locations (both in South Sulawesi), are found only 9 individuals, that included only 2 females. This shows that the yellow needles species are   “less able to compete”, because the damselflies from other species, in the same location, were very abundant.

This species is an amazing natural element, fly short distances, zigzag, and then sat back for a while. One of the interesting habits of flying, like a series of courtship, is a style of flying back and forth in the same place. Especially when dealing with females, or when he wants to fight, so that feels like a seduction or even a provocation.

Pondered what appears in front of the eye, such as a yellow needles with this elegant appearances, we got to thinking, how in fact a creation of God can be philosophically meaning. Apart from the attachment and function of this species in an ecosystem, they are a symbol of an existence. And, this is important, that their existence is because they are a subtance, without our intervention. So, in the end, the yellow of this needle, Could survive as a pure, lasted from destroy and damage when the human desire to give meaning. (ais)

Photos by Ais, 2009, Canon PowerShot S3 Is

Iklan

About this entry