The Flying-Clouds di Rawa-Rawa

SPECIES capung abu-abu ini termasuk cukup mudah ditemukan, bergabung dengan species lain. Umumnya pada areal yang berair tenang, terutama rawa, dan hampir tidak ditemukan pada lokasi-lokasi yang berair mengalir. Ukurannya kecil, sekitar 3 cm, dan cenderung aktif dalam jumlah tidak lebih dari 4 – 6 ekor di setiap lokasi. Pada pengamatan yang dilakukan di Parepare dan Pinrang, dari April – Juni 2009, species ini tergolong sedikit jumlahnya. Cukup sering ditemukan, tetapi biasanya hanya 1 – 2 individu.

Capung Odonata Sulawesi 7A

Capung Odonata Sulawesi 7B

Capung Odonata Sulawesi 7C

Capung Odonata Sulawesi 7D

Capung Odonata Sulawesi 7E

Capung ini dapat dikatakan memiliki tampilan yang sederhana, dengan warna abu-abu pada bagian punggung dan pada sepertiga dari abdomennya yang ujungnya kehitaman, sedangkan pada bagian samping thorax dan samping pangkal abdomen berwarna agak kecoklatan, sayap bening. Terdapat perbedaan antara dewasa dan anakan (juvenile), yaitu anakannya cenderung kecoklatan.

Capung Odonata Sulawesi 7F

Capung Odonata Sulawesi 7G

Capung Odonata Sulawesi 7H

Capung Odonata Sulawesi 7I

Capung Odonata Sulawesi 7J

Capung Odonata Sulawesi 7K

Species ini termasuk tipe yang tidak terlalu pemilih dalam hal kebutuhan untuk feeding dan breeding, dapat bertengger di dedaunan, ranting-ranting, atau terkadang hinggap di bebatuan yang cukup tinggi dari permukaan tanah. Species ini termasuk capung yang memiliki penyebaran cukup luas, hampir di semua kepulauan di Indonesia, atau Asia Tenggara.

Capung Odonata Sulawesi 7L

Capung Odonata Sulawesi 7M

Capung Odonata  Sulawesi 7N

Capung Odonata  Sulawesi 7O

Peta Lokasi Pengambilan Gambar

Peta Lokasi Pengambilan Gambar di Parepare dan Pinrang

Keindahan dan keragaman sumberdaya hayati Indonesia, flora dan fauna, sebenarnya luar biasa, menempati urutan kedua setelah Brasil, dan diikuti oleh Zaire. Kekayaan ini sekarang sangat perlu menjadi perhatian, termasuk keragaman plasmanutfah Arthropoda, yang merupakan potensi sumber daya yang luar biasa. Namun demikian, aspek konservasi perlu menjadi prioritas dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan. Ketika setiap ragam plasmanutfah ini masih ada, berarti alternatif untuk menemukan sebuah solusi juga masih ada… tapi ketika mereka punah, alternatif kita: it’s impossible! Jadi, si cloudy yang senang di rawa-rawa ini, harus menjadi salah satu indikator kinerja kita dalam memelihara alam. (ais)

Foto-foto oleh Ais, 2009, dengan Canon PowerShot S3 IS


About this entry