Si Perut Merah di Balik Keremangan

TERMASUK kelompok capung jarum, dengan ciri dada kehijauan, dan perut (abdomen) kemerahan, dengan sayap bening. Sepintas, sama dengan capung jarum yang juga berwarna hijau tapi dengan perut kekuningan (lihat, Yellow Needles di Kehijauan Rerumputan). Kedua varian ini, sejauh ini, belum pernah ditemukan berada bersamaan di satu lokasi. Gambar-gambar di halaman ini diambil di Parepare, Sulawesi Selatan, pada Mei dan Juli 2009.

Capung Odonata Sulawesi 16A

Capung Odonata Sulawesi 16B

Capung Odonata Sulawesi 16C

Capung Odonata Sulawesi 16D

Capung Odonata Sulawesi 16E

Capung Odonata Sulawesi 16F

Capung Odonata Sulawesi 16G

Capung Odonata Sulawesi 16H

Species capung jarum hijau berperut merah ini, panjang sekitar 2,5- 3  cm, tergolong cukup jinak, mudah didekati dan punya kebiasaan bertengger untuk waktu yang cukup lama, misalnya di sebuah ranting. Menghuni habitat yang memiliki aliran atau genangan air yang permanen, tetapi dengan formasi tumbuhan yang rimbun dan cenderung gelap. Meskipun jinak, species ini sangat mudah menghilang, terutama karena tampaknya memang lebih suka berada di bawah bayang-bayang kegelapan daripada berjemur di bawah matahari. Species ini tidaklah antimatahari, tapi 80 % aktivitasnya memang berlangsung di dalam keremangan, di antara bayang-bayang dedaunan.

Capung Odonata Sulawesi 16I

Capung Odonata Sulawesi 16J

Capung Odonata Sulawesi 16K

Capung Odonata Sulawesi 16L

Karena kondisi yang demikian, ditambah faktor kurang memadainya peralatan,  maka untuk mengambil gambar yang cukup bagus ternyata tidak mudah. Foto-foto di sini, tanpa menggunakan blitz, akhirnya tampak juga seperti bayang-bayang saja, atau malah tampak seperti adonan agar-agar yang salah campur. Menarik, tentunya, jika mereka ini masih dapat bertahan untuk menghiasi bumi Indonesia ini. (ais)

Foto-foto oleh Ais, 2009, dengan Canon PowerShot S3 IS


About this entry