Si Ekor Kait yang Langka

UKURANNYA lumayan besar, sekitar 6-7 cm, dengan penampilan yang luar biasa gagah, pendiam namun kelihatan selalu waspada. Penampilannya secara umum kelihatan elegan, kehijauan dengan garis-garis hitam yang tegas. Mata facetnya, biru kehijauan, dengan ciri khas berupa adanya semacam kait (seperti duri) pada ujung perut (abdomen). Sayap bening, dengan spot kehitaman (stigma) pada sayap yang merupakan salah satu noktah diagnostik species ini.

Capung Odonata Sulawesi 17A

Gambar di halaman ini diambil pada tanggal 31 Mei 2009, di tepi Sungai Karajae, Lemoe, Kota Parepare, dan hanya berasal dari satu individu. Meskipun telah dilakukan penelusuran berkali-kali pada lokasi sekitar, untuk mencoba menemukan kembali species ini, namun tidak pernah lagi tampak. Termasuk pula di lokasi-lokasi lain, tak pernah ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa species ini tergolong langka.

Capung Odonata Sulawesi 17B

Capung Odonata Sulawesi 17C

Capung Odonata Sulawesi 17D

Capung Odonata Sulawesi 17E

Capung Odonata Sulawesi 17F

Pada sekali waktu, ketika saya mengunjungi Kebun Raya Bogor (KRB),  tanggal 26 Juni 2009 lalu, saya sempat berjalan-jalan di tepi kolam KRB, dan sempat mengambil gambar beberapa species capung yang ada. Salah satunya, mirip dengan si ekor kait ini, tetapi jelas bukan species yang sama. Species yang di Bogor ini tanpa duri-kait di ekornya.

Capung Odonata Jawa

Terkadang muncul pertanyaan di benak saya, kalau species yang hebat dan langka ini sudah demikian sukar ditemukan, apakah mereka memang masih ada dan bertahan? Mungkinkah individu yang ditemukan ini adalah satu-satunya, atau hanya salah satu dari sedikit sekali yang bisa bertahan hidup? Kegelisahan seperti ini seringkali mengelitik sanubari kita: bagaimana nasib suatu species yang sudah begitu sukar untuk ditemukan, sementara di saat yang sama kita tak tahu harus berbuat apa untuk melindungi dan menjaga kelestarian mereka. Ya, seperti sebuah nyanyian, pertanyaan akan lebih mudah jika diajukan kepada rumput yang bergoyang. (ais)

Foto-foto oleh Ais, 2009, dengan Canon PowerShot S3 IS


About this entry