“Golden Snitch” di Atas Sungai

MELUNCUR seperti peluru dengan kilatan keemasan yang memukau… kecil memang, hanya sekitar 3 cm, tetapi termasuk species yang sibuk dan periang. Mereka sangat aktif berkejaran, berkelahi dan mencari mangsa, terutama pada saluran-saluran air yang mengalir deras. Termasuk species yang tidak memilih-milih lokasi, dalam arti dapat bertengger di hampir semua media (tanaman, batu, ranting kering, bahkan pada media yang hanyut di air).

Capung Odonata Sulawesi 18A

Capung Odonata Sulawesi 18B

Capung Odonata Sulawesi 18C

Betina dan jantan seukuran dengan warna realtif sama, kuning keemasan… hanya, jantan kelihatan lebih gemerlap dan berkilap di banding betinanya yang lebih buram. Warna sayap jantan yang transparan, keseluruhan tersaput warna keemasan, dengan noktah sayap (stigma) yang lebih cerah kejinggaan. Jantan bukan hanya kelihatan aktif, tetapi agresif, baik terhadap betinanya maupun pejantan lain.  Foto-foto yang ditampilkan di sini, diambil di Parepare dan Pangkajene-Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan), pada tanggal 7 dan 13 Juni 2009.

Capung Odonata Sulawesi 18D

Capung Odonata Sulawesi 18E

Capung Odonata Sulawesi 18F

Capung Odonata Sulawesi 18G

Capung Odonata Sulawesi 18H

Capung Odonata Sulawesi 18I

Capung kecil keemasan ini, ketika meluncur-luncur cepat dalam kegembiraan, tampaknya tidak terbebani berbagai ancaman dan bahaya yang sedang terjadi saat ini. Pengrusakan habitat, pencemaran badan air, ekspansi lahan pertanian, tampaknya tak menggelisahkan mereka. Asal mereka sudah menemukan tempat yang nyaman, untuk kawin dan bertelur, tersedia cukup serangga mangsa, mereka mencoba bertahan. Entah sampai kapan… tak ada yang tahu. Padahal, mereka adalah life ornaments  untuk bangsa dan negeri ini. Mereka, mirip Golden Snitch Harry Potter meluncur di atas sungai. (ais)

Foto-foto oleh Ais, 2009, dengan Canon PowerShot S3 IS


About this entry