Si Coklat yang Penyibuk

SEPERTI yang dideskripsikan pada “Si Coklat yang Penyendiri”, species ini memang dapat mengelirukan, terutama karena ukuran dan warna yang hampir sama. Tetapi kalau diperhatikan, terdapat perbedaan yang tegas, antara lain hanya “sedikit” bercak coklat pada pangkal sayap, species ini juga sangat sibuk dan bahkan tergolong malas bertengger, dan kedua varian ini tidak pernah ditemukan berinteraksi.

Capung Odonata Sulawesi 21A

Capung Odonata Sulawesi 21B

Capung Odonata Sulawesi 21C

Capung Odonata Sulawesi 21D

Jika diamati berdasarkan pemilihan lokasi-lokasi tempat pengambilan gambar, ada hal  yang tampak cukup menarik, yaitu species yang tampak foto-fotonya di sini, kelihatannya dapat memilih area beraktivitas tanpa perduli pada adanya genangan air, sungai atau rawa di sekitarnya. Mereka juga sering-sering ditemukan di daerah-daerah dekat pantai. Termasuk species penerbang yang baik, walaupun pada prinsipnya semua capung memiliki kemampuan terbang yang hebat – beberapa di antaranya dapat terbang berkilo-kilometer, atau terbang non-stop enam jam sehari (meskipun di lokasi yang sama, berputar-putar), terutama bagi species-species yang membentuk “flight colony”.

Capung Odonata Sulawesi 21E

Capung Odonata Sulawesi 21F

Capung Odonata Sulawesi 21G

Foto-foto yang ditampilkan di sini diambil di Parepare (Sulawesi Selatan), pada tanggal 20 Juni 2009, dan didapatkan setelah cukup lama harus ditunggui bertengger. Foto-foto diambil di dua tempat yang berbeda, berjarak sekitar tiga kilometer, tapi keduanya berada tidak lebih dari 50 meter dari tepi pantai. Kita berharap species ini dapat bertahan terus, meskipun sangat nyata kalau areal tempat mereka hidup menghilang dengan sangat cepat, tergantikan hutan beton permukiman manusia. (ais)

Foto-foto oleh Ais, 2009,  dengan Canon PowerShot S3 IS


About this entry