Si Merah-Hitam yang Senang “Kegelapan”

UNTUK memotretnya, kadang kita sering menggerutu, soalnya species merah-hitam ini selalu saja mencari tempat yang gelap, remang-remang, dengan cahaya hanya sekitar 50 %. Umumnya, mudah ditemukan, bahkan memiliki penyebaran yang sangat luas. Dari segi habitat, mereka menyukai tebing-tebing sungai yang dipenuhi rerimbunan pohon dan belukar… pendeknya, senang bergabung dengan nyamuk-nyamuk hutan.

Capung odonata Sulawesi 21A

Capung Odonata Sulawesi 21B

Capung Odonata Sulawesi 21C

Ukurannya lumayan besar untuk capung, sekitar 4 cm, dengan tampilan yang memang serba kurus. Warna jantan umumnya merah mencolok, dengan sedikit bercak kekuningan cerah pada “dahi”… sedangkan betinanya, kuning kecoklatan lebih buram. Mereka senang berkelompok, sampai 20-30 ekor, dan akivitas yang paling umum adalah berkejaran sambil kawin-mawin. Pernah ditemukan, yang kawin dengan 6 betina, dengan waktu kurang dari 50 menit.

Capung Odonata Sulawesi 21D

Capung Odonata Sulawesi 21E

Capung Odonata Sulawesi 21F

Capung Odonata Sulawesi 21G

Suka bertengger, tapi hanya dengan sedikit gerakan, bahkan hanya dengan terjadinya perubahan cahaya karena gerakan bayangan kita, misalnya, mereka langsung berhamburan. Karena mereka menyenangi tempat yang remang-remang, tampaknya perubahan atau pergerakan cahaya menjadi pemandu terhadap adanya sesuatu “yang berbahaya” di sekitar mereka.

Capung Odonata Sulawesi 21H

Capung Odonata Sulawesi 21I

Capung Odonata Sulawesi 21J

Foto-foto species ini, setelah dua harian saya menyuruk-nyuruk di keremangan semak dan belukar tepi sungai di Parepare (Sulawesi Selatan), diambil pada bulan Mei dan Juni 2009. Kurangnya cahaya, dan tidak digunakannya lampu blitz, menyebabkan gambar-gambarnya kurang bagus. Padahal, mereka sebenarnya sangat mudah dijepret. (ais)

Foto-foto oleh Ais, 2009, dengan Canon PowerShot S3 IS


About this entry