Si Penggantung di Semak-semak

MODEL perilakunya agak lain dibanding kebanyakan species capung yang ada, karena species yang berwarna kuning-kecoklatan ini ternyata punya ciri khusus jika bertengger, yaitu selalu dalam posisi mengantung, ujung perut mengarah ke bawah atau cenderung ke bawah. Hampir tidak pernah ditemukan posisi perut ini vertikal ataupun mendatar. Ukuran badan tergolong sedang, sekitar 3 – 3,5 cm.

Capung Odonata Sulawesi 32A

Capung Odonata Sulawesi 32B

Capung Odonata Sulawesi 32C

Capung Odonata Sulawesi 32D

Penyebarannya cukup luas, hampir seluruh daerah di Sulawesi ditemukan species ini. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa sebenarnya species ini membentuk koloni, yang terkdang berjumlah sangat besar. Tetapi ketika beristirahat, cenderung soliter atau hanya dalam kelompok kecil (10 – 15 individu). Kebiasaannya yang menarik, adalah pilihannya terhadap tempat-tempat beristirahat, yaitu di rumpun semak-semak yang terlindung, cenderung menghindari cahaya, dalam arti species ini hinggap dengan bersembunyi.

Capung Odonata Sulawesi 32E

Capung Odonata Sulawesi 32F

Capung Odonata Sulawesi 32G

Gambar-gambar capung penggantung ini diambil di Parepare dan Pinrang (Sulawesi Selatan), pada bulan Maret, April, Juni dan Agustus 2009. Belum pernah ditemukan dalam keadaan kawin, tetapi data yang ada menunjukkan bahwa jantan dan betina serupa. (ais)

Foto-foto oleh Ais, 2009, dengan Canon PowerShot S3 IS


About this entry