Bondol Peking, Mulai Terdesak

SPECIES bondol yang berwarna kecoklatan, dada lurik, kaki dan paruh kebiruan atau abu-abu ini, termasuk species bondol yang akrab dengan kehidupan manusia, sering ditemukan aktif di lingkungan permukiman, kebun-kebun dekat kampung dan persawahan. Walaupun juga membentuk koloni, tetapi jumlahnya biasanya hanya puluhan individu. Ukuran tubuhnya sekitar 12-13 cm, dengan jantan dan betina berpenampilan serupa. Di kampung, orang Bugis menyebutnya dongi pecci.

Estrildidae Sulsel 3A

Estrildidae Sulsel 3B

Kebiasaan ketika bersarang, adalah dengan memilih tandan pisang, dan umumnya mereka memiliki naluri yang bagus sekali tentang kapan setandan buah pisang akan masak… karena hanya beberapa saat sebelum pisang ditebang, anak-anaknya mulai belajar terbang. Umumnya, species ini terlihat lebih memilih biji-bijian rumput daripada menyerang padi-padi di sawah. Jadi, meskipun juga ditemukan di sawah-sawah, tapi species ini tidaklah termasuk hama potensial.

Estrildidae Sulsel 3C

Estrildidae Sulsel 3D

Gambar-gambar yang ditampilkan diambil di Parepare (Sulawesi Selatan), pada tanggal 18 April 2009, dari individu jantan dan betina, dan dijepret di pekarangan rumah ketika bertengger di ranting kering tanaman srikaya (Annona sp.). Dibandingkan dengan species bondol lainnya, bondol peking (Lonchura sp., Estrildidae) ini termasuk species yang mulai terdesak, khususnya di Parepare, karena sudah sangat jarang dijumpai. (ais)

Foto-foto oleh Ais, 2009, dengan Canon PowerShot S3 IS


About this entry