Si Leaf Lover Berperut Loreng

MEMANG tidak jauh berbeda dengan species yang pernah ditemukan, yaitu kepala dan thoraxnya boleh dikatakan sama, corak dan warnanya, yaitu mata kecoklatan, dada dan punggung kehijauan dengan loreng hitam, serta sayap yang bening transparan. Perbedaannya, adalah species yang satu ini memiliki corak loreng pada perutnya, sedangkan yang satu lagi perutnya seluruhnya berwarna hitam (lihat Si Leaf Lover  Berperut Hitam). Ukurannya sama, sekitar 2,5 – 3 cm, dengan tempat hidup juga sama, yaitu di dedaunan pada semak atau pepohonan yang tumbuh di sekitar kali atau sungai. Kemungkinan mereka berbeda species atau hanya varian, atau justeru karena perbedaan jenis kelamin.

Capung Odonata Sulawesi 37A

Capung Odonata Sulawesi 37B

Capung odonata Sulawesi 37C

Capung Odonata Sulawesi 37D

Varian yang berperut loreng ini tergolong langka, dan selalu ditemukan sebagai individu yang soliter, dan sama sekali malas berinteraksi dengan species capung lainnya. Mereka bertengger di permukaan daun, dan diam untuk jangka waktu yang lama. Jika terusik, capung ini akan terbang dalam jarak yang pendek, menghindar, tetapi kadang kembali lagi ke kitaran tempat semula. Termasuk species yang mudah didekati, bisa sampai pada jarak 50 cm.

Capung Odonata Sulawesi 37E

Capung Odonata Sulawesi 37F

Capung Odonata Sulawesi 37G

Warnanya yang menarik, hijau loreng-loreng hitam, merupakan adaptasi lingkungan yang baik sekali untuk penyamaran. Karena itu, ketika di lapangan, pengamatan cukup melelahkan mata untuk menelusuri daun-daun, memastikan si capung sedang bertengger di sana tak bergeming. Beda dengan species lain, dapat terlihat ketika melintas tiba-tiba atau karena terbang hilir mudik.

Capung Odonata Sulawesi 37H

Capung Odonata Sulawesi 37I

Kebiasaan yang lain ialah species ini menyenangi bertengger pada permukaan daun yang hijau cerah, dan terkena langsung cahaya matahari. Ketika bertengger di tempat yang lebih gelap, biasanya hanya dalam upaya menghindari gangguan… sebab beberapa lama kemudian, capung ini akan kembali mencari daun-daun yang terkena cahaya langsung. Hanya sesekali ditemukan hinggap di media bukan daun, misalnya bebatuan.

Capung Odonata Sulawesi 37K

Capung Odonata Sulawesi 37L

Capung Odonata Sulawesi 37M

Gambar-gambar yang ditayangkan di sini diambil di Parepare (Sulawesi Selatan) pada Juli dan Agustus 2009. Berasal dari beberapa individu, yang kelihatannya hanya aktif secara penuh pada pukul 06.00 s.d. 13.00. Hampir tidak pernah ditemukan setelah sore hari. (ais)

Foto-foto oleh Ais, 2009, dengan Canon PowerShot S3 IS


About this entry